✿✿✿
“Elo
mau pingsan lagi hah??” tanya Bian sinis.
“Yee.
Gue kan Cuma kaget aja ada ular segede gini dihadapan gue, siapa yang
gak kaget coba..” balas Yura dengan juteknya.
Bian menyodorkan ular itu kepada Yura. “Eh
mau apa elo!! Singkirin gak!!” teriak Yura dengan sedikit ketakutan.
“Haha..” Bian tertawa melihat tingkah Yura.
Yura memperhatikan lelaki didepannya yang
kini tertawa dengan lepasnya, senyum dibibir Yurapun terlukis, setelah melihat
Bian tertawa.
“Ahh gak lucu tau gak..” bentak Yura dengan
cemberut. “Kenapa elo mau piara hewan menjijikan ini sih?” tanya Yura dengan
sedikit ngeri.
“Siapa bilang hewan menjijikan, ular itu
bagus kali..” jawab Bian dengan memainkan ular ditanganya. “Kita kedalem aja”
seru Bian dengan memasukan ular kekandangnya.
Merekapun berjalan kearah rumah dengan menceritakan
hidup mereka.
“Owh iya, elo masih sekolah kan??” tanya
Yura.
“Iya gue masih sekolah”
“Terus ko elo gak sekolah hari ini??” tanya
Yura kedua kalinya.
Bian melihat kerah Yura yang hanya memakai
kameja putih yang semalam ia bawakan.
“Ya!! Liat apa elo!!” teriak Yura dengan menutup dadaya. “Jangan macem-macem elo
yah..” sinis Yura.
“Lagin gue gak nafsu sama cewek macem elo” jawab
Bian.
Yura menyengirkan bibirnya kearah Bian. “Kenapa
elo gak sekolah Bi??” tanya Yura kembali.
Bian menoyol-noyolkan kepala Yura. “Gue gak sekolah karna ada tamu dirumah
gue..”
“siapa..??” jawab Yura dengan polos.
“Nenek lampir..” jawab Bian ketus dengan meninggalkan
Yura dibelakngnya.
“Dih sialan..”teriak Yura. “Owh iya hp !!” sontak Yura. “Bi gue boleh minjem hp
Elo gak?? Atau gue boleh minjem charger Elo gak?? Hp gue mati, gue takut
orang-orang hawatir dengan gue gak ngasih kabar..” serunya memelas belas
kasihan.
“Emang ada yang peduli sama elo..” seru Bian
dengan sinisnya.
“Jahat banget sih elo..” dengus Yura.
“Bentar gue ambil charger gue dulu” Bian
melangkahkan kakinya kesebuah kamar dan kembali dengan membawakan casan hp nya.
“Charger elo sama gak kaya gue??” tanya Bian dengan melihatkan charger miliknya.
“Iya sama kok..” Yura mengambil charger ditangan Bian dan langsung mencari
tempat untuk mencharger hp miliknya.
“Disini aja..” tunjuk Bian kerah didekat tv, diruangan yang tadi terjadi sebuah
insiden kecil.
“Owh iya..” jawab Yura. Yura menghidupkan hp miliknya sembari dicharger, tidak
berapa lama sebuah pesan masuk ke ponselnya dengan banyaknya.
Ddreeddd.. dreedd. Dreddd.. dreddd.. dredd…
“Banyak banget ini sms??” seru Yura dengan
melihat sms yang tertera dilayar ponselnya.
Bian hanya diam dan menghidupkan tv
didepannya. Yura membuka satu persatu sms yang tertera pada ponselnya, dan
salah satunya ada dari Ka Liana, Silvi dan Nando dan beberapa teman lainnya.
*From : Ka Liana
“Ra lo dimna sih?lo lo
belum pulang!!?kenapa hp lo mati,lo dimana!!lo gpp kan?? Hubungi gue
secepetnya!!”
*From : Silvi
“Ra lo kemna sih!!lo
ko ngilang gitu aja.. lo dimna!! Jawab sms gue Ra!!!”
*From : Nando
“Ra lo dimna
sekarang??knapa lo belum pulang dan gak sekolah, Ra lo gpp kan? Lo baik-baik
aja kan?? Jawab pesan gue setelah lo baca pesan ini…”
Sebuah balasan Yura luncurkan kepada mereka
yang begitu menghawatirkan dirinya.
*To : Ka Liana
“ka aku baik-baik aja
ko, kakak gak perlu hawatir sebentar lagi aku pulang,maaf baru ngasih kabar
soalnyahp akku semalam mati, aku lagi ada dirumah teman,sebentar lagi aku
pulang”
*To :Silvi
“gue baik-baik aja ko
sil, lo gaka perlu hawatir gue disini aman ko.. sebentar lagi gue balik.. J”
*To :Nando
“Do gue baik-baik aja
ko, gue gpp J gue lagi ada dirumah temen gue, hp gue semalam mati , gue bentar
lagi balik ko kerumah..
Gue mesti pulang sekarang Bi..” seru Yura
pada Bian. “Gue udah bikin banyak orang hawatir, bisa anterin gue gak..??”
dengan wajah memelas Yura meminta.
Bian bangkit dari duduknya. “Ayo gue anter..”
dengan menyambar kunci mobil didekat tv.
“Bentar gue ganti baju dulu” jawab Yura
dengan berjalan kelantai atas.
Yura menggati baju dan sekarang kini dia
kembali mengenakan baju putih abu-abunya dan sebuah tas menggelantung
dipunggungnya. “Ayo” ajak Yura.
Bian masuk kedalam mobil sportnya terlebih
dahulu, lalu Yura duduk disamping Bian. Mereka melesat dengan cepatnya, tidak
begitu lama kini mobil Bian sudah berhenti disebuah rumah.
“Ini rumah elo??” tanya Bian.
“Bukan” jawab Yura.
“Terus ngapain berhenti disini?”
“Ini bukan rumah gue, tapi kosan gue, gue
udah ngekos disini dari gue kels 1 SMP sampe sekarang gue pake baju SMA deh” jawab
Yura dengan santai.
“Kenapa elo ngekos, elo gak punya orang
tua??” tanya Bian.
“Punya lah. Cuma gue pengen ngekos aja soanya jarak antara kosan sama sekolah
deket, kalo rumah gue cukup jauh dari sini, rumah gue dipedesaan, gue kesini
buat sekolah ditempat yang bagus buat ngejar cita-cita gue..” cerocos Yura
dengan panjang lebar.
Bian hanya mengagguk-anggukan kepala,
pertanda dia mengerti. “Kalo gitu gue balik dulu” seru Bian.
“Ya udah. Oh makasih yah buat semunya..” seru Yura dengan tersenyum kearah
Bian.
Bian hanya menoleh dan kembali ke mobilnya
dan melesat dari pandangan Yura. “Dasar cowok aneh..” gumam Yura.
Lanjjuuutttttttt....
BalasHapus