Rabu, 02 Juli 2014

Cerita Tidak Harus Sejalan Part 10

✿✿✿
Satu minggu berlalu setelah kejadian dirumah kosan bersama Rio, untuk beberapa hari sebelumnya Rio masih terlihat sangat hangat, tetapi setelah satu minggu rasa dingin itu mulai menyelimuti hati Rio kembali.
Sekolah Yura diliburkan selama beberapa hari, karna gedung sekolah akan dipakai untuk acara kegiatan guru. Terlihat Yura tengah berlari disekitar lapangan olahraga sore itu.
“Ooiii ooiiii…” teriak dari arah sisi lapangan.
Yura menyambut dengan wajah yang terlihat kesal. “Kalian kemana aja sih???” tanya Yura dengan cemberut.
“Hehe, sorry Ra.. gue telat gara-gara sirempong tuh..” jawab Nando dengan menunjuk arah sisi lapang.
Terlihat Silvi dengan nafas ngos-ngosan menghampiri mereka berdua. “Sialan elo main tinggal aja!!!” dengus Silvi dengan memukul kepala Nando.
“Aaw.. sakit gila!!” jawab Nando dengan mengusap-usap kepalanya.

“Gggrrr…!!! Kalian gak liat gue diem disini udah ampir setengah jam, ampir aja gue balik lagi, gue kira gak jadi olahraganya..” ujar Yura dengan memayunkan bibirnya.
“Jangan salahin gue Ra, salahin cewek rempong ini nih!!!” jawab Nando dengan menjuk Silvi lagi.
“Ihh apaan sih elo!!!!” balas Silvi dengan mengayunkan tangannya.
Yura tampak seperti evil women yang berdiri melihat Silvi dan Nando, tatapan matanya yang sinis dengan tangan dipinggangnya. “DIEEEMMM!!!!!” teriak Yura dengan lantang. “Ayo kita lari..” tambahnya santai dengan berlari.
Silvi dan Nando masih diam ditempat, dengan mulut yang menganga dan dengan eksfresi wajah yang kaget.
“Ra, tunggu gue!!!” teriak Nando dengan menginggalkan Silvi.
“Eeh tunggu mau kemana elo cumi!!!” teriak Silvi dengan mengejar Nando.
Sore itu mereka berolahraga dengan semangat, dan dengan canda tawa yang keluar dari mulut mereka membuat rasa lelah terkalahkan.
Yura,Silvi dan Nando mereka sekarang seperti 3 sahabat yang begitu dekat, dari kejadian Yura menghilang, Nando semakin dekat dengan Silvi dan Yura. Mereka selalu terlihat bersama.
“Udah sore balik yooo..” seru Nando. Dengan melemparkan botol kosong ditangannya.
“Ya udah yu lagian udah sore..” jawab Yura. Dengan bangkit dari tempat duduknya.
“Ya udah yoooo…” tembal Silvi dengan merangkul Yura.
“Owh iya Ra, gue anter balik yah??” tawar Nando.
“Ah gak usah Do, gue bisa baik sendiri kok.. “ jawab Yura dengan tersenyum manis.
“Aahh cciee..” sindir Silvi dengan menyenggol-nyenggol tangan Yura. “Dih. mukanya pada merah.. haha” goda Silvi dengan tertawa puas.
“Iish apaan sih gue jambak juga nih..” ancam Yura dengan sinis.
“Udahlah jangan nyia-nyiain kesempatan Ra, hehe..” ujar Silvi dengan mendorong tubuh Yura dekat dengat Nando. Silvi memang sangat menginginkan Nando dan Yura berpacaran karna mereka terihat sangat serasi.
“Gue duluan yah… bye bye manusia-manusia jelek…” ejek Silvi dengan berlari.
“Aiis..” cetus Yura.
“Ya udah kita pulang Ra, gue anter..” ajak Nando dengan tersenyum kearah Yura.
Wajah Yura tiba-tiba memerah. “Iya Do..” jawab Yura. “tapi sebentar yah gue pengen liat matahari terbenam dulu..”seru Yura.
Nando tersenyum kearah Yura. “Oke deh…”
Mereka berdua duduk kembali dibangku lapang, dengan menyaksikan sinar matahari yang tidak lama lagi akan menghilang.
“Eh..” Yura kaget dengan usapan tangan Nando yang mengusap rambut Yura. Yura menoleh kearah Nando, untuk beberapa saat mereka bertatapan mata, seperti waktu Yura memakai helm, degup jantungnya kembali berdetak kencang.
“Rio..”gumam dalam hati. “apa ini Rio..??” pikirnya bertanya-tanya ketika matanya kini melihat lelaki yang dia cintai didepannya, bukan Nando yang Yura liat tapi sosok itu berubah menjadi Rio, orang yang dia cintai.
“Ra, elo gpp ??” ucap Nando dengan menepuk pundak Yura.
“Ehh.. i-iya Do, gue gpp kok cuma lagi error aja nih hehe..” jawab Yura dengan ketawa kecil.
“Elo jangan sering bengong Ra, bisa-bisa elo kesambet lagi..” ucap Nando dengan nada menakut-nakuti.
“Haha ya gak mungkin lah Do, Nando haha..” jawab Yura. “Yu ah capcus balik..” seru Yura dengan mengedipkan mata.
Nando dan Yura pulang dengan menaiki sepeda motor, setelah Nando mengantar pulang Yura, Yura segera pamit untuk pulang.
“Ra, gue balik kerumah dulu yah…”
“Ya udah hati-hati yah Do” jawab Yura dengan melambaikan tangan.

✿✿✿
Didalam kamar Nando merebahkan tubuhnya, dengan kamar yang cukup luas dan dengan berbagai kaset games yang begitu berserakan, Nando mengamil sebuah gitar dan duduk dibalkon rumahnya.
“Gue harus nyari waktu yang tepat nih..” gumam Nando. “Tapi terlebih dahulu gue mesti tau apa Yura beneran suka sama gue..” tambah Nando dengan memetik senar gitarnya.

Sejak pertama Nando berbincang dengan Yura diwaktu hujan disekolah, Nando memang cukup tertarik dengan Yura. Kini Nando hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk  menyatakan perasaannya.

→ part 11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar