✿✿✿
Bian terus memandanng kearah jalan, dengan tangannya yang memegang kemudi, wajahnya terlihat sangat dingin, lelaki tinggi itu terus mengemudikan mobil dengan sangat cepat. Bian seperti seorang buron yang melarikan diri dari kejaran polisi. Bian memacu moblnya dengan sangat cepat lagi, kini ia telah sampai ditempat semula ia memparkirkan mobilnya, rumah.
Bian berjalan kearah ruang tengah, ia melempar kunci mobilnya sembarang.
“Grrhhh!!!!” seru Bian dengan mengacak-ngacak rambutnya. “Ahh. Bangsat!!!” ujar Bian dengan sorot mata yang menakutkan. Entah apa yang membuatnya mengucapkan kata-kata itu, tapi kini perasaannya sedang dihantui rasa yang benar-benar begitu membuatnya kesal.
Bian tertunduk dengan mengepalkan tangannya, ia benear-benar merasa kesal, tapi ia brpikir kembali, kenapa ia merasa sangat kesal. Bian menenggakan kepalanya melihat lampu-lampu hias diatasnya.
“Sial!! Gue kenapa!!!” Seru Bian dengan berdiri kembali dari kursi yang didudukinya. Perasaanya begitu aneh hari itu. “kenapa datang lagi..” seru Bian dengan lirih.
✿✿✿
Yura sekang memasuki rumah kosnya, wajahnya masih begitu lesu, ia berjalan dengan sangat gontai.
“kenapa gue jadi gini..??” seru Yura dengan menaiki anak tangga.
Pikirannya seperti terus memutar saat-saat dia bersama Bian. “apa yang anak bodoh itu lakuin sih tadi!! Pergi gitu aja, cciihh dasar…” gerutu Yura dengan nada sebal. “ Bodoh..” gumam Yura.
Yura berjalan kearah ruang tv, laptop ditengtengnya dan diletakan diatas meja, Yura mulai menyalakan laptop kesayangannya, dan kini ia mencari-cari lagu kesayangan yang sangat ia sukai.
“ Nah ini dia nih” seru Yura dengan menyalakan lagu dilaptopnya.
Np : “Jason Mirs –Lucky”
Yura menikmati alunan musik dengan tangannya yang terus memindah-mindahkan kursornya, mata Yura kini menjelajahi jejaring sosial, matnya terus mencari-cari sesuatu.
“Ada satu pesan nih..” membuka pesan dengan kursornya.
Yura tersenyum saat mengetahui siapa yang mengirim pesan itu. “ Ra, besok gue kesitu yah..”
Yura terlihat senang. “Yes besok Rio kesini..”
“Ra, besok anter gue yah..” seru ka Liana dari arah belakang.
“Kemana ka??” tanya Yura.
“Ngecilin baju gue ke tukang jahit. Longgar banget soalnya..” jelas ka Liana.
“Yah gimana nanti aja yah, soalnya besok ada janji nih ketemu pacar hehe..” balas Yura.
“Oh. Elo ternyata punya pacar?? Haha gue kira jomblo. Haha”
“Iish. Ya punyalah..” jawab Yura dengan cemberut.
“Haha. Baju siapa tuh??” tanya ka Liana dengan menunjuk baju yang Yura pakai.
“Ini baju teman ka, malem kan gak ada baju ganti makanya pake yang dia dulu”
“Owh gitu toh” balas ka Liana dengan pergi meninggalkan Yura.
✿✿✿
Jam sudah menunjukan jam 11:30, namun seseorang yang Yura tunggu belum datang.
“Kok dia belum datang yah?? Owh iya sekarangkan hari rabu, dia pulang jam 13:30 kalo rabu” gumam Yura.
Yura menunggu dan terus menunggu, layar ponselnya belum menunjukan pesan dari Rio, Yura membersihkan kamarnya berharap Rio akan menyukai suasana kamar yang Yura bersihkan. Disemprotkannya pewangi ruangan, kesegala arah.
“Uhuk.. uhuukk..” mengibas-ngibas bau yang terlalu menyengat. “Ah kebanyakan..” ujar Yura. Mata Yura kembali melihat jam. “Kok belum datang yah..?? Apa dia lupa kali ya???”
Yura menulis pesan singkat kepada Rio, untuk mengingatkan dia tidak lupa akan ucapannya kemarin.
*To : Rio
“Ri, kamu dimna?? Kmu jadi kan kesini?? L”
Tidak ada balasan dari Rio, jam terus berputar dan terus mengganti waktu, kini jam nenujukan pukul 15:47, namun Rio tidak kunjung datang.
Yura berhenti berharap tentang itu. “Hah. Udah kebarapa kalinya dia suka kaya gini..” seru Yura dengan nada kecewa. “Mendingan gue jalan aja deh, dari pada suntuk gini..”
Yura berjalan keluar rumah, dengan mengganti baju sebelumnya. Dia tidak tau mau kemana, yang penting kini dia tidak lagi berada dikamar yang cukup membosankan.
“Pyuh..” denggus Yura dengan cemberut. Diperjalanan dia bertemu dengan salah satu teman kelasnya.
“Hay Ra..” sapa Putri.
“Hay put..” balasnya dengan senyum manisnya.
“Mau kemana??” tanya Putri.
“Gak tau nih. Itu elo mau kemana Put??” tanya Yura dengan melihat Putri yang membawa tas besarnya.
“Gue mau kemping nih hehe.”jawabnya dengan tertawa.
“Kemping? Kemping kemana?? Sama siapa? Banyakan gak? Berapa lama disana??” tanya Yura dengan panjang lebar.
Putri mengerutkan alisnya.
“Hehe..” Yura tertawa kecil.
“Gue mau kemping kehutan nih, yah gak jauh-jauh amat sih dari sini, banyak juga yang ikut, kan mumpung lagi libur..” jawab Putri dengan membenarkan tas ranselnya.
“Wah seru dong..” Seru Yura.
“Elo mau ikut???” ajak Putri.
“Hmm. Kayanya nggak deh..” jawab Yura dengan memutar bola matanya.
“Kenapa emang??”
“Gue takut ah. Gue kan gak terlalu berani kalo sama masalah kemping-kempng gitu..” jawab Yura dengan memegang pipinya.
“Ah. Dasar penakut elo, kan banyakan ngapain takut, elo juga bisa ajak si Silvi.” Seru Putri. “Owh iya tadi gue liat Silvi dibawah.” Tambah Putri dengan menujuk kearah jalan dibawah.
“Hah. Lagi apa si Silvi disana??” tanya Yura.
“Yah. Man ague tau. Gue sih tadi litanya sama cowok gitu, tapi gak tau siapa gak keliatan mukanya.” Jawab Putri.
“Hmm. Siapa yah??” pikir Yura dengan menebak-nebak. “Wah !! Jangan-jangan pacar si Silvi!! Wah gue harus liat..” seru Yura dengan pergi meninggalkan Putri. “Gue duluan yahh..” seru Yura dengan berlari-lari kecil.
“Iya,,” jawab Putri.
→ part 15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar