Rabu, 02 Juli 2014

Cerita Tidak Harus Sejalan Part 9

✿✿✿
Hari minggu adalah hari yang sangat ditunggi-tunggu bagi setiap orang, dihari itulah orang dapat berkumpul bersama keluarga mereka seharian penuh. Terlihat Yura masih tertidur diranjangnya, hari minggu adalah dimana dia bisa tidur sepuasnya.
“Udah siang??” gumam Yura dengan melihat jam diphonsellnya yang menunjukan pukul 08:19.
Yura menuju kamar mandi dan mencuci beberapa pakaian kotor serta membersihkan tubuhnya dari keringat ditubuhnya.
“Cape bangeett..”seru Yura dengan mengangkat 1 ember penuh cucian. “Untung aja tempat jemurannya kosong jad bisa dijemur semua”
“Harus cepet-cepet  nih mesti belanja bulanan..” Yura berlari kearah kamar dan segera menggati baju. Tidak lama Yura sudah berganti pakaian, dengan baju putih pendek dan dengan rok selutut menambah kecantiak Yura, minyak wangi ia semprotkan dibagian tubuhnya. Yura berjalan menuju luar rumah. Dia segera mencari kendaraan umum yang akan memebawanya ketempat pembelanjaan. Tidak lama sebuah kendaraan umum berhenti, Yura naik dan 15 menit dia duduk disana kini dia sudah sampai ditempat tujuan.
“Sampai juga..” seru Yura. Dia melangkahkan kakinya kedalam pusat pembelanjaan, terlihat Yura sedang asik memeilih-milih beberapa barang.
“Yang ini udah.. yang ini juga udah,, hhmmm yang ini belum…” seru Yura dengan melihat kertas ditanganya.
Yura berlari mencari benda yang belum dia dapat, sebuah minyak rambut dia ambil.
“Udah beres deh …” ujar Yura.

Yura berjalan kearah kasir.
“Silahkan mbak..” sapa penjaga kasir.
Yura meletakan belanjaannya dan segera membayar semua belanjaannya. Yura berjalan keluar dengan belanjaan ditangannya yang cukup banyak.

I, I love you like a love song, baby
I, I love you like a love song, baby
I, I love you like a love song, baby

sebuah lagu yang muncul dari dalam ponsel Yura, sebuah tanda pesan masuk.
“wah ,,,”seru Yura dengan terkejut. Sebuah pesan masuk dari sahabatnya.

*From : Silvi
“Ra, gue kerumah lo yah?? Pengn cerita hehehe :D”

Sebuah balasan Yura luncurkan pada sahabatnya itu.

*To : Silvi
“oke.. Sil kerumah aja gue tunggu oke (^∇^)/”


*From :Silvi
“hoho iya 〜(・▽・〜)  oke gue otw yooo (/゜o゜)/”

Yura segera pulang kerumah kosan, setelah sampai disana, ternyata Silvi lebih dulu mendahuluinya.
“Dari mana aja sih elo Ra!! Lama banget!!” omel Silvi dengan duduk diruang tv.
“Gue habis belanja nih..” jawab Yura dengan menunjukan belanjaannya. “Ya udah ayo ke kamar..” ajak Yura. “Owh iya elo tadi katanya mau cerita. Cerita apaan ??” tanya Yura dengan serius.
“Tapi sebelumnya gue mau nanya dulu nih..”
“Nanya apa Sil..” jawab Yura dengan membuka sebuah permen.
“Elo tadi malem kemana??” tanya Silvi.
“Gue semalam jalan sama Nando” jawab Yura. “Kenapa??” tambahnya.
“Aahh nggak..” jawab Silvi dengan memalingkan wajahnya.
“Kenapa sih..!!??” tanya Yura dengan penasaran.
“Gpp Ra..” jawab Silvi singkat.
“Gue gak suka kalo dibikin penasaran kaya gini!!!” Yura mulai kesal.
“Elo beneran pengan tau Ra..??” tanya Silvi.
“IYA!!!” jawab Yura dengan cemberut.
“Iya deh iya. Tapi elo jangan percaya dulu yah Ra, takutnya gue salah liat..” ujar Silvi.
“Emang apaan sih??jangan bikin penasaran, ayo bilang aja!!” tembal Yura.
“Tadi malem gue lagi makan malem bareng keluarga gue, gue liat Rio jalan sama cewek, gue kira itu elo, soalnya mereka mesra banget kaya yang pacaran..” Seru Silvi dengan panjang lebar.
Yura hanya terdiam mendengar cerita Silvi, dadanya seperti terbakar,  hatinya seperti kaca yang retak dan akan pecah dengan sekali sentuhan.
“Itu gak mungkin Rio, Rio udah janji sama gue gak akan sakiti gue lagi..” jawab Yura dengan tetesan air mata.
“Tapi elo jangan percaya dulu Ra,  kan kata gue juga itu belum tentu dia, bisa aja gue salah liat..” balas Silvi dengan menghapus air mata dipipi Yura. “Elo jangan gini terus dong Ra, kenapa sil elo masih bisa sabar sama dia?? Padahal elo udah kaya gak dianggap sama dia!!” sentak Silvi
“Gue sayang dia..” ucap Yura dengan nada suara lemah .
“Coba elo pikir deh..!! pas elo ngilang dia ngehawatirin elo gak!! Jangankan ngehawitirin peduli aja dia tuh kagak sama elo!!” ujar Silvi dengan nada tinggi.
“Gue gak tau kenapa bisa sayang banget sama dia..”
Silvi memeluk Yura dengan “Elo jangan mau dibodohi sama cowok Ra, elo harus lebih kuat..” seru Silvi.

✿✿✿
Terkadang wanita terlihat sangatlah bodoh disaat dia mencintai seseorang yang dia sayangi, rasa sakit yang mereka terima, sangatlah jauh dengan rasa sayang mereka. Berapa kalipun seseorang yang dia sayang menyakitinya, dia akan tersenyum menerimanya.
Yura duduk didepan rumah kosannya, wajahnya yang tampak begitu murung, terlihat diwajahnya sore itu. pikirannya kosong, dia tidak tau apa yang harus dia pikirkan saat itu.
“Gue liat Rio jalan sama cewek gue kira itu elo, soalnya mereka mesra banget kaya yang pacaran..”kata-kata Silvi tadi siang muncul dengan tiba-tiba. “Ah. Gak mungkin itu Rio, gue yakin itu bukan Rio.. atau mungkin, iya ..” gumamnya dengan pikiran yang begitu membuatnya gila.
Yura mengambil Ponsel disakunya, Yura mengutak ngatik no diponselnya, terlihat no kontak dengan nama depan Rio, terlihat didepan layar. Yura menekan tombol panggil .
Ttrruuttt..ttuutt.. “Ha.. (no yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan anda…)” Yura menakan tombol panggil kedua kalinya.
Ttuutt…ttuuttt… “Hallo..” suara Rio terdengar sangat kesal. “Hallo..!!!” ulangnya dengan nada tinggi.
“Iya hallo Rio..” jawab Yura dengan perasaan yang begitu campur aduk. Iya ingin sekalli menanyakan keadaan Rio, yang tak pernah memberinya kabar.
Iya hallo.. ada apa Ra..” Tanya Rio sebrang telepon.
“Elo bisa gak besok pas pulang sekolah elo kerumah dulu, ada yang mau ditanyain..” jelas Yura.
Kenapa gak disini aja sih..” jawab Rio dengan nada malas.
“Nggak bisa, gue harus ketemu elo ..” jawab Yura. “Udah dulu, gue sayang elo..” tambah Yura dengan mematikan telpon.
Yura benar-benar takut jika yang dilihat Silvi adalah benar-benar Rio.

✿✿✿
Senin siang, sepulang sekolah, kosan Yura
“Mau ngomong apa??”
“Aku kangen sama kamu Rio..” tatap Yura.
“Hah!! Jadi Cuma mau bilang itu doang kita ketemu???” jawab Rio kesal
“Kamu tuh kenapa sih!! Aku Cuma kangen pengen ketemu kamu, apa itu gak boleh??” tanya Yura dengan mata memerah. “Kemarin malem kamu jalan sama siapa??” tanya Yura dengan menatap Rio.
“A-apa.. kemarin malem?? Aku-aku ada dirumah..” jawab Rio gelagap.
“Jangan bohong!!! Aku tau kamu bohong!! Jangan sakitin aku terus Ri” ucap Yura dengan meneteskan air mata. “Apa salah aku sih?? Apa yang kurang dari aku?? aku harus kaya gimna lagi Ri supaya kamu benar-benar kaya dulu lagi, kenapa kamu jadi kaya gini!!!” jerit Yura dengan tangis yang membanjiri pipinya. “Kenapa? Jawab Ri..” tambah Yura dengan memukul-mukul dada Rio.
“Ra, aku sayang sama kamu. Aku gak mau sakitin kamu, maafin aku Ra, maafin..”jawab Rio dengan menundukan kepalanya.

Yura memeluk tubuh Rio, Yura menangis dipelukan seseorang yang benar-benar disayangi. “Aku gak mau kamu ninggalin aku, Rio.. aku gak mau kehilangan kamu.. aku sayang kamu.” lirih Yura dengan menangis. “Aku sayang kamu.. apa kamu gak bisa liat kesungguhan aku.. apa aku .. apa akuu…” ujar Yura dengan tersedu-sedu.
Rio memeluk Yura dengan erat, wajah Rio seperti tidak ingin menatap mata Yura. “Aku gak akan ninggalin kamu Ra, aku juga sayang kamu. Maafin aku.” seru Rio dengan memeluk Yura dengan erat. “Aku janji, aku gak akan kecewain kamu lagi…” ujar Rio dengan mencium kening Yura.
 Yura melihat wajah Rio.“Iya aku maafin kamu.. “ jawab Yura dengan masih menangis dipelukan Rio.
Siang itu memang begitu berat bagi Yura ketika dia mengetahui yang dikatakan sahabatnya adalah benar, Hati Yura benar-benar seperti pecah berkeping-kepin. Tapi Yura sangat menyayangi Rio, dia tidak dapat menghindar dari rasa itu.
→ part 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar