✿✿✿
Memang sangat membosankan berdiam dirumah seharian tampa melakukan aktivitas sama sekali.
“Bosen ahh..” gerutu Yura dengan melemparkan remot tv kearah kursi. “Pengn maennn…” tambahnya.
Yura menekan beberapa no diponsel “Hallo.. Sil jalan yuu.. bosen nih …”
“Iya hallo.. maen kemana ?? gue aja lagi diluar nih sama sodara gue, besok aja deh gue kerumah elo, sekalian pengen nginep juga..”jawab Silvi.
“Ya udah deh.. tapi janjii yah besok.. oke,,” jawab Yura dengan menutup telpon nya. Silvi memang terkadang sangat susah untuk diajak bermain, alasannya juga sangat beragam.
Yura berlari kearah kamar dan mengganti pakaiannya, setelah selesai mengganti pakaian Yura berlari keluar rumah dengan memakai celana jins selutut dan dengan kaos putih, dan sebuah topi yang menutupi rabut panjang Yura. Yura berjalan kearah taman kota, Yura bersantai disana dengan menghirup udara yang cukup segar, matanya disuguhi pemandangan bunga-bunga dan pohon-pohon yang rindang, Yura duduk dibawah pohon dengan meminum sebotol air putih ditangannya.
“Lumayanlah daripada dirumah..”gumam Yura dengan melihat orang-orang yang berlalu lalang didepannya.
Yura berdiri dan berjalan kearah tempat olahraga, karna ditaman itu memnag ada tempat olahraga seperti lapang sepak bola dan basket, dan juga lapang tenis. Yura melihat banyak sekali yang sedang berlatih disana. Tiba-tiba Yura tersenyum dan berlari kearah lapang basket.
“Biaaann !!!!” teriak Yura.
Teriakan Yura cukup mengagetkan Bian yang sedang berlatih, bola ditangan bian kini telah berganti majikan dan bola itu melayang kearah ring basket.
“Yyeehhh…” seru salah satu teman Bian yang memasukan bola kedalam ring. “Fokus dong sob kalo lagi latihan..” ujar salah satu teman Bian.
“Oke sorry raff..” jawab Bian kepada temannya yang bernama Raffi. “Gue istrahat bentar yah..” ucap Bian dengan berlari menuju arah Yura.
Yura terlihat tersenyum melihat Bian menghampirinya. “Tangan elo udah sembuh..” tanya Yura dengan melirik tangan Bian.
“Udah..” jawab Bian dingin.
Yura duduk ditangga. “Sukur deh. Owh iya selamat yah atas kemenangan elo minggu lalu”
“Makasih ..” jawab Bian dengan duduk disisi kiri Yura.
“Elo gak latihan lagi??” tanya Yura.
“Udah ampir 2 jam gue latihan, gue mau balik dulu..” jawab Bian dengan mengambl tas disampingnya.
Yura menganggukan kepala.
Bian berdiri degan memegang tas basket ditanganya.
“Woy!! Mau kemana elo !!” teriak Raffi dari lapangan.
“Gue balik duluan..!!!” jawab Bian dengan berteriak.
“Ah sialan elo!!!” gerutu Raffi dan kembali memainkan bolanya.
Yura masih terduduk ditangga lapangan. “Eh Bi. Gue boleh ikut kerumah elo gak??” ujar Yura dengan berdiri dari duduknya.
Bian membalikan tubuhnya dan melihat Yura yang berdiri didepannya. “Emangnya mau ngapain??” jawab Bian.
“Dirumah gak ada siapa-siapa, lagian temen-temen gue pada gak bisa maen, jadi gue bête. Bolehkan gue ngikut…” seru Yura dengan nada memohon. “Yah.. boleh yahh…” Yura bertingkah bagaikan anak kecil.
“Ya udah, asal elo jangan nyusahin..” jawab Bian dengan berjalan kearah parkiran.
Bian masuk kedalam mobil dan disusul degan Yura. “Bi elo gak masuk sekolah…??” tanya Yura dengan melingkarkan sabuk pengaman ketubuhnya.
“Sekolah gue diliburin beberapa hari…” balas Bian dengan mata yang fokus kedepan.
“Sama dong!!!!” jawab Yura. “Tapi kenapa kok bisa samaan yah ..”
“Gak tau, rapat kali..” jawab Bian singkat.
“Berarti guru sekolah elo sama gue sama yah?? Lagi ada kegiatan guru gitu…??” tanya Yura.
“Mungkin..” jawab Bian.
Kini mobil Bian sudah terparkir didepan halaman rumahnya. Bian dan Yura keluar mobil. Bian berjalan kearah dalam rumah disusul dengan langkah kaki Yura mengikuti Bian.
“Rumah elo masih sepi aja…” ucap Yura dengan duduk dikursi tengah.
Bian berjalan kearah dapur dan membawa 1 gelas air putih.
“Kalo elo pengen minum bisa ambil sendiri…”
“Dimana-mana tamu itu dilayani..” oceh Yura dengan menyipitkan matanya.
“Gak ada yang nyuruh elo jadi tamu disini..” jawab Bian dengan jutek.
“Iisshh ngeselin banget sihhh…” ucap Yura dengan muka sebal.
“Elo mau kekamar dulu, elo bisa pake kamar yang dulu pernah elo tempatin…” ucap Bian dengan berjalan menuju tangga.
“Kayanya gue salah rumah deh. Malah makin bête gue..” gerutu Yura dalam hati.
Yura berjalan kearah kamar, yang dulu pernah iya tempati, sebuah telepon masuk keponsel Yura.
“Nando..” ujar Yura.
“Iya hallo Do, ada apa..??
“Elo dimana Ra,??? gue kerumah kosan elo, kok katanya elo gak ada dirumah…” jawab Nando disebrang telepon.
“Gue lagi ada dirumah temen Do, memangnya kenapa??” jawab Yura.
“tadinya mau ngajak maen, emang rumah temen elo dimana?? Biar gue jemput..”tambah Nando.
“Gak usah Do, lagian gue masih lama disini, mungkin gue nginep…” jawab Yura.
“Ya udah deh kalo gitu Ra, kalo elo mau pulang gue jemput yah…”
“Oke Do, makasih…” ucap Yura dengan menutup teleponnya. “Kenapa tadi gue bilang mau nginep yah..???”pikir Yura dengan mengkerutkan dahinya.
Yura membanting badannya kekasur, jam didnding kamar menunjukan jam 13:17 tangan Yura mulai asik dengan games diponselnya, tidak berapa lama Yura tertidur.
Entah berapa lama Yura tertidur dikamar itu namun dia benar-benar sangat mengantuk, sampai sebuah suara membangunkannya dari mimpi-mimpi abstraknya.
“Hey. Bangun elo..” sayup-sayup suara Bian terdegar membangunkan Yura dari tidurnya.
“Eh gue ketiduran yah???” seru Yura dengan muka yang terlihat sangat mengantuk.
Bian menjuk jam dinding. “Liat…”
“Hah! Gue ketiduran selama itu??” dengan mata melotot Yura melihat jam yang sudah menujukan 18:29.
“Elo kalo mau pulang gue anterin sekarang, gue tunggu dibawah..” seru Bian dengan berjalan keluar kamar.
Yura masih terduduk diranjang. Yura mulai menuruni tangga dan berjalan menghampiri Bian.
“Kapan pulang???” seru Bian dengan sebuah telepon genggamnya yang menempel ditelinga. Yura seperti ingin tau apa yang Bian bicarakan ditelepon, Yura berdiri dibelakang Bian dengan jarak tidak terlalu jauh.
“Kenapa selalu sibuk??” ucap Bian dengan nada melemah.
“Aku selalu sendiri, bu …” ucap Bian.
Yura menatap lelaki didepan nya, lelaki yang begitu dingin. Ternyata Bian begitu kesepian, Yura berjalan menuju arah Bian, mukanya yang terlihat kusam, enatah apa yang sedang dia pikirkan.
“Hati-hati disana..” ucap Bian dengan menutup telepon dan menaruh telepon disakunya.
Bian membalikan badannya, dan betapa kagetnya ketika dia menyadari Yura sudah berdiri didepannya dengan wajah melihat kearahnya.
“Hah!!”sontak Bian dengan kaget, melihat Yura. “Dari kapan elo disini..???” tanya Bian.
“Gue gak mau pulang Bi..??” ucap Yura dengan menatap wajah Bian. “Bolehkan gue nginep disini..??” tambah Yura dengan memelas.
Bian hanya terdiam. “Gimana kalo ada yang nyariin elo..” tanya Bian.
“Gue ijinlah buat nginep dirumah temen..” jawab Yura dengan menyipitkan matanya.
“Ya udah boleh…” jawab Bian dengan menatap Yura.
Yura berbalik badan menuju dapur Bian, untuk mengmbil air minum, tenggorokannya begitu kering seperti sungai yang surut.
“Hauss…” seru Yura dengan berjalan kearah dapur.
“Elo gpp??” tanya Bian dengan wajah yang keheranan.
Yura mebalikan badan.“Hah?? Gue ?? Gue gpp ..” balas Yura dengan muka yang penuh heran.
“Itu …” tunjuk Bian kearah baju yang meutupi paha atasnya.
“Kenapa??” sembari melihat baju belakangnya. “Aahhhh!!!!” teriak Yura dengan berlari kearah kamar mandi.
Bian segera menuju kamar mandi dimna Yura ada didalamnya “Elo gpp!!” tanya Bian dengan mengetok-ngetok pintu kamar mandi. “Elo kenpa?? Gpp kan” tanya Bian diluar pintu.
“Gue dapet Bi..” balas Yura dari dalam kamar mandi.
“Maksud elo??” tanya Bian kedua kalinya dengan keheranan.
“Gue dapet..” jawab Yura dengan sedikit nada suara dikecilkan.
“Maksudnya dapet apa??” balas Bian dengan mengkerutkan alisnya.
“Gue barusan dapet, dateng bulan…” jelas Yura.
“Terus??” lanjut Bian.
“Bukannya terus terus Bi! Tapi gue butuh pembalut..” seru Yura dengan kesal.
“Ya udah ayoo kita beli ..” jawab Bian.
“Elo gila!! Mana mungkin gue keluar rumah dengan kaya gini..” teriak Yura dari kamar mandi. “Lagian elo bisa sendiri..”
“Jadi maksud elo, gue mesti beli pembalut !!!??” jawab Bian dengan berteriak dari luar kamar mandi.
“IYA!!!” balas Yura.
“Ogah ah!! Elo aja yang beli!!” balas Bian dengan angkuh.
“CEPET!!!!” jawab Yura dari dalam kamar mandi.
“GAK MAU GUE!!!!” balas Bian.
→ part 12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar