✿✿✿
Alunan lagu membangunkan mimpi Yura, tangannya menggapai-gapai sesuatu yang dia cari.
Yura duduk dengan mata yang sangat mengantuk, sebagian ingatannya seperti masih tertinggal dialam mimpinya.
“HHooaaaammm…”
Yura berdiri menuju sebuah cermin yang tergantung didepannya, dia memperhatikan seberapa buruknya dia didepan cermin itu. Baju yang semalam ia kenakan masih tergantung dibadannya, rambutnya yang panjang tergurai dengan berantakan, kini Yura melihat dirinya seperti singa jantan dengan rambut yang begitu kusut.
“Males sekolahh..” serunya. “Hari sabtu yang menyebalkan” gerutunya lagi .
Kini Yura melangkahkan kakinya kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang begitu lengket dengan keringat.
✿✿✿
Jam 06:37 , Sekolah
Yura berjalan dengan memakai baju olahraga, pagi itu cuaca tidak sedang bersahabat, langit terlihat sedang sendu dengan bintik-bintik awan yang menghitam yang tak akan lama menjadi sebuah tangisan bumi.
Yura berlari dengan cepat kearah gedung sekolah ketika dia merasakan rintik hujan mulai menyentuh tubuhnya.
“Untung aja udah nyampe sekolah..” ujar Yura dengan merapikan rambutnya.
Yura berjalan menuju ruang kelasnya, belum terlihat satupun teman kelasnya yang datang, Yura berjalan duduk dibangkunya.
“Tumben belum pada dateng..” gumamnya.
Tidak berapa lama teman sekelasnya bermunculan datang. “tumben pagi-pagi udah nongkrong disekolah bu??” celoteh Silvi dengan menggoda.
“Tadi gue bangun kepagian..” jawab Yura dengan santai. “Kenapa baru datang??” tanya Yura.
“Tadikan hujan Ra, gue takut kalo gue kehujanan nanti tiba-tiba gue berubah jadi duyung gitu.. helloo gak banget kan…??” jawab Silvi dengan alaynya.
“Dih alay..” jawab Yura dengan menyengir.
Hari sabtu disekolah Yura tidak ada KBM atau pembelajarn hanya melakukan senam, sehingga jam 9 pagipun mereka sudah bisa pulang skolah.
“Kalo gak diabsen males gue sekolah kalo gak ada pelajaran..” ujar Silvi dengan nada kesal.
“Udahlah lagian cuma nyampe jam 9 ini, kita bisa pulang..”
“Aaahhh…” jawab Silvi dengan malas.
“Eh Sil malam ini kan malam minggu, gimana kalo kita maen bareng??” tanya Yura dengan antusias.
“Gak bisa Ra, gue kalo hari libur mesti dirumah, soalnya nyokap bokap ada dirumah, katanya kumpul keluargalah gitu.”
“Owh gitu” jawab Yura dengan nada kecewa.
“Sorry banget yah Ra” Silvi memegang tangan Yura.
“Iya gpp ko Sil gue ngerti..” balas Yura dengan tersenyum.
“Owh iya Ra, gue yakin si Nando suka sama elo!!” seru Silvi dengan penuh semangat.
“Elo tau dari mana dia suka sama gue?? Jawab Yura.
“Elo gak nyadar apa sikap dia akhir-akhir ini sama elo!!!” balas Silvi.
“Iya sih emang sekarang dia lebih perhatian sama gue”
“Tuh kan!!?? Gue tuh yakin Nando tuh suka sama elo pas dia mita no elo ke gue!!” jawabnya dengan pasti . “Elo juga sukakan sama dia!!?? Kenapa kalian gak jadian aja, kalian tuh cocok banget tau..” tambah Silvi,
“Tapi gue gak berharap lebih sama dia, menurut gue suka yah suka gak mungkin lebih” jawab Yura. “Lagian kan gue masih sama Rio, gak mungkin gue pacaran sama dua cowok kan??”
“Ya elah cowok hidung belang kaya si Rio tuh jangan dipikirin Ra, mungkin aja dia diluar sana lagi maen cewek” jawab Silvi dengan ketus. “kenapa gak elo putusin aja tuh si Rio, gue cape liat elo diginiin terus, punya pacar tapi elo kaya gak dianggap sama pacar elo sendiri..” tambah Silvi dengan nada tinggi.
Yura masih terdiam, apa benar Rio disana sedang dengan perempuan lain?? Apa selama ini Rio tidak menghubunginya bukan karna alasan tidak punya pulsa, tapi melainkan dia sedang dengan perempuan lain..??
“Gak mungkin, Rio udah janji sama gue, dia gak akan bikin gue kecewa kesekian kalinya, dia bakalan setia sama gue..” gumamnya.
“Eh Ra, elo kenapa bengong??” Silvi keheranan dengan tingkah sahabatnya.
“Hehe gue gpp kok..”
Jam 09:05,
Sebagian anak sudah meninggalkan separuh gedung sekolah. Hanya terlihat beberapa anak yang sedang bermain basket dilapangan.
“Elo malam ini mau malam mingguan kemana Ra??” tanya Silvi.
“Yah seperti malam minggu sebelum-sebelumnya Sil, gue cuma bisa nonton DVD dikamar, sambil berharap hujan kali hihi..” jawab Yura dengan nyengir.
“Itu tuh do’a orang jomblo Ra, haha” balas Silvi. “Jangan terlalu berdo’a hujan yah Ra, nanti bisa-bisa banjir lagi gara-gara hujan terus” goda Silvi.
“Gpp biar yang malem mingguan gak bisa kemana-manakan haha..” evil laug.
“Dasar jahat elo Ra!! ahha..” balas Silvi. “Eh Ra, gue duluan yah udah dijemput tuh..” ucap Silvi.
“Ya udah, hati-hati yah elo ..”
“Oke Ra, bye..”
Tiba-tiba Nando dari arah belakang menyapa Yura dengan sebuah senyuman dibibirnya..
“Hay Ra.”
“Hay juga Do..” balasnya . “Belom pulang??” tanya Yura dengan gugup.
“Ini lagi mau pulang” jawab Nando. “Owh iya, Ra nanti malem ada acara gak??”
“Acara?? Nggak tuh Do, kenapa emngnya??” tanya balik Yura.
“Elo mau gak nemenin gue malem ini..”
“Kemana??” jawab Yura.
“Yah jalan-jalan aja, gimana?? Mau gak??” tawar Nando.
“Mhmm gimna yah, hhmmm oke deh mau, dari pada gue dikamar terus..” balas Yura. “Tapi Do, gue gak bisa ampe malem-malem yah” ujar Yura.
“Emangnya kenapa??” tanya Nando.
“Yah elo kan tau gue anak kos, jadi jam 9 gue harus udah ada dirumah, takutnya pintu gerbang udah dikunci, dan kalo udah dikunci gak dibolehin masuk sama ibu kosnya” jelas Yura.
“Wah jahat banget tuh ibu kos” gumam Nando. “Tapi gpp deh, nanti jam 6 sore gue jemput yah”
“Oke Do..” jawab Yura dengan mengacungkan jempolnya. “Eh gue duluan yah..” tambah Yura.
“Gak sekalian gue anter..??” tawar Nando.
“Nggak usah makasih yah …” jawab Yura dengan lembut.
Hati Yura sangatlah senang Nando mengajakanya jalan disabtu malam, tapi alangkah senangnya jika Nando itu adalah Rio.
✿✿✿
Titt…tiittt…
Sebuah klakson motor terdengar dari luar pagar kosan, Yura terburu-buru membuka pagar kosannya.
“Eh udah datang, bentar yah gue ambil tas dulu” ujar Yura dengan berlari kedalam kosan.
Tidak berapa lama Yura kebali muncul didepan gerbang. “Yuuu…” seru Yura.
“Nih jangan lupa dipake dulu…” ujar Nando dengan memasangkan helm dikepala Yura. Sesaat mata mereka bertatapan, dada Yura kembali bergetar tanganya nya sangat basah. Nando menatap begitu dalam, Yura dapat melihat dengan jelas mata Nando yang begitu indah. Waktu seperti berhenti berputar saat mereka bertatapan.
“Eh maaf Ra” ucap Nando dengan melepaskan tanganya dari helm Yura.
“Eeeh.y-yaah gpp Do, hehe” jawab Yura dengan gagap.
“I-iya ayo kalo gitu naik” balas Nando dengan salah tingah.
Yura sedikit terkekeh dengan tingkah Nando yang lucu, baru pertama kalinya dia melihat Nando seperti salah tingah seperti itu.
Kini motor Nando sudah terparkir, Nando mengajak Yura memainkan sebuah permainan di timezone , Yura begitu senang memainkan permain itu, pipinya yang sedikit cabi terangkat dengan sebuah senyum dipipinya. Setelah puas dengan permainan mereka beristirahat dengan meminum minuman dingin.
“Aahhh enak ..” ucap Yura.
Nando tertawa melihat Yura . “ Gimna elo seneng??” tanya Nando dengan senyum.
“Seneng banget hehe ..” jawab Yura dengan melihatkan barisan giginya yang putih. “Makasih yah Do, elo udah ajak gue maen malam ini” tambah Yura.
“Oke. Sama-sama Ra, gue juga seneng bisa jalan berdua bareng elo..” balas Nando.
Pipi Yura memerah, dan melukiskan senyum dipipinya. “Eh, udah jam delapan lebih nih, gue mesti pulang..” ucap Yura.
“Ya udah kita pulang aja..” balas Nando.
“Gpp Do, gue pulang sendiri aja, lagian gue juga mau ketempat kaset dulu dibawah sana..”
“Gak baik kalo cewek malem-malem pulang sendiri” jawab Nando dengan menarik tangan Yura.
Nando dan Yura berada disebuah toko kaset, mereka berdua tempak begitu serius memilih-milih kaset yang mereka sukai.
“Ih apaan nih!!!??” seru Yura dengan nada kaget.
“Kenapa Ra” tanya Nando dengan melihat kaset yang dipegang Yura. “Astaga!!!” Nando menutup mata Yura dengan tangannya. “Harusnya kaset kaya gini jangan disimpen sembarangan kaya gini” gerutu Nando dengan tangan yang masih menutup mata Yura.
“Do, tolong lepas dong. Gelap nih ..” seru Yura.
“Eh iya Ra, sorry..” Nando melepaskan tanganya dari mata Yura. “Udah jangan liat kaset sebelah sini, liat yang sebelah sana aja..” ujar Nando.
“Ya udah yuu ..” seru Yura.
Akhirnya mereka menjatuhakan beberapa pilihan mereka kebebrapa kaset yang dibelinya.
“Udah kan??” tanya Nando.
“Udah ko Do” balas Yura.
“Ya udah gue anter elo pulang sekarang..”
Motor besar Nando melesat cepat dan beberapa menit mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka.
“Do makasih yah..” ucap Yura dengan penuh kebahagyaan diraut mukanya.
“Iya sama-sama Ra” balas Nando.
“Ya udah kalo gitu gue masuk dulu yah..” seru Yura.
“Ra, tunggu…” ujar Nando dengan turun dari motornya.
“Iya kenapa Do..??”
“Ada yang mau gue omongin sama elo…??”
“Apa??” tanya Yura dengan penasaran.
“Gu-gueee… hhmm guuee…” ucap Nando dengan terbata.
“Gue apa Do??” tanya Yura dengan penasaran.
Ddreekkk… sebuah suara pintu pagar yang dibuka.
“Yura!!! Masuk kamu!! Udah malem gini masih diluar!!” bentak ibu kos dengan mata nya yang hapir keluar.
“Iya bu..” jawab Yura dengan anggukan. “Do, sebaiknya elo pulang aja, ibu kos udah nyuruh gue masuk nih..” ujar Yura.
“Heh ya udah deh, gue pulang..” jawab Nando dengan sedikit kecewa. “Mari bu..” sapa Nando pada ibu kos.
“Iya..” jawab ibu kos singkat. Dengan menutup pagar.
Dalam kamar Yura masih memikirkan apa yang tadi iangin Nando sampaikan.
“Tadi Nando mau ngomong apa yah….” pikir Yura dengan penasan. “Jangan-jangan dia mau bilang suka lagi sama gue!!!” seru Yura dengan senyum semeringah. “Tapi kayanya gak mungkin deh..” serunya dengan menghilangkan senyum dipipinya. “Lagian kalo beneran dia nembak gue gimana yah??? Tapi gak mungkin banget gue terima kan guenya juga masih pacaran??” pikir Yura . “Aahh udah ahh apaan sih gue kok mikir aneh-aneh kaya gini sih..” gerutunya dengan membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Malam minggu yang sangat menyenangkan bagi Yura, dia dapat bermain dan tertawa sepuasnya dimalam itu, sehingga membuat tubuhnya sangat kelelahan.
→ part 9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar